Showing posts with label mboy. Show all posts
Showing posts with label mboy. Show all posts

June 6, 2008

tanda cinta dari mpus mboy

Gaya tidur saya itu selalu waspada mode on. *mungkin cocoknya jadi hansip kali yaaaa.. *Ada bunyi kresek dikit aja, pasti bangun. Apalagi bunyi dhuuuueeeer!

Tadi pagi-pagi buta -sekitar jam dua subuh kayaknya- saya terbangun.. Biasanya sih, gara-gara mpus pippy *yang kadang-kadang terjebak dan tidur di kamar kami* menggaruk pintu kamar, kehausan dan ingin keluar.

April 23, 2008

teknik survival ala mpus mboy

Pagi itu saya melihat potongan kepala ayam mentah di keset depan pintu kamar mandi. Kepala ayam gitu lho. Bukan sesuatu yang saya harapkan nongol di pagi buta seperti ini :-) Saya curiga si Mboy pelakunya. Karena dia kucing satu-satunya di rumah ini yang hobinya dugem dan ngeluyur tiap malem.

Heran juga. Darimana ia bisa dapet potongan kepala ayam seperti ini? Dagingnya begitu segar., bersih dan cutting-nya begitu rapi.

sepotong ayam dari mpus mboy

Malam itu. Giliran mpus mboy menemani kami makan malam di belakang rumah. Ketika bonus potongan ayam itu diberikan padanya. Alih-alih dimakan tapi justru digigit dengan hati-hati dan duduk menghadap pintu, minta dibukakan. Kemudian ia mengeong-ngeong dengan suara yang khas sekali.

“Kenapa dia, hany?” tanya suami saya heran. (hany : panggilan sayang suami untuk saya :D)

March 6, 2008

tiga jagoan mpus mboy

Hari ini tepat dua minggu sejak kelahiran anak-anaknya mpus Mboy. Tiga jagoan kecil yang kerjanya tidur-minum susu-tidur-maen-tidurlagi-nyusu lagi…. Aaaah…!

Matanya sudah terbuka sejak seminggu lalu. Kedua telinga mereka masih mungil. Dan gigi belumlah tumbuh dengan sempurna. Belum berani keluar dari tempat mereka bermukim selama ini. Jadi masih bermain dan bermanja dengan ibunya disana.


March 1, 2008

ini waktunya makan, Bung!

kucing-kucing yang tinggal di rumah kami, kami biasakan makan tiga kali sehari. Pagi pukul enam, siang jam dua belas dan terakhir pukul enam sore.

Anehnya justru ketika waktu bulan puasa. Rupanya mereka ikutan sahur dan buka bersama. Saya nggak tahu apa sebabnya. Pernah sekali waktu saya beri makan siang di bulan puasa. Mereka nggak doyan tuh!

February 25, 2008

kucing pak RT

Saya nggak akan pernah ngerti, kenapa kucing yang satu ini selalu menjadi public enemy di rumah ini. Padahal tampangnya lucu, berbadan gendut dan selalu cinta damai *bayangin tuh!*

Namanya aslinya sih si Imut. Tapi di rumah ini lebih dikenal dengan nama : mpus pak RT. Kenapa bisa begitu? Nah.. dulu memang saya tidak tahu namanya. Belakangan baru tahu kalau dia adalah kucing peliharaannya pak RT. Yang rumahnya hanya berjarak dua rumah dari tempat kami.

February 23, 2008

never ever..... underestimate emak-emak !

Ketiga bayi mungil mpus mboy baru berumur tiga hari. Yang satu berwarna hitam. Ada sedikit sapuan warna putih di sekitar wajah dan keempat kakinya. *aaah… pake kaos kaki :)* sedang kedua saudaranya yang lain bercorak tabby *loreng-oreng kayak macan* campuran antara warna hitam dan coklat.

Jangan tanya jenis kelaminnya ya. Saya belum berani memeriksanya. Ntar deh. Mungkin sebulan lagi.

Melihat proses kelahiran ketiga bayi mungil mpus Mboy tiga hari yang lalu membuat saya semakin takjub akan kekuasaan yang Diatas sana.

Praktis tidak ada yang dapat saya perbuat untuk membantunya. hanya insting. Naluri hewani yang bekerja. Begitu sistematis. Tak seorang pun *mungkin lebih tepat.. tak seekor kucingpun :)* yang mengajarkan kepadanya. Dia tahu itu. Dia sudah tahu.

Dan mungkin saya hanya beruntung saja. Diberi kepercayaan dan dapat duduk dekat dan mendampinginya ketika menghadapi proses kelahiran. Yang saya tahu, kucing itu amat sangat peka. Sedikit saja ada yang membuatnya tidak nyaman. Ia pasti berpindah tempat. Hingga hari ini pun. Tak ada keluhan sedikitpun dari mpus Mboy bila kami *saya dan suami* datang mendekat, membelai-belai punggungnya dan menengok ketiga anaknya.

Kini ia menjadi seorang ibu yang amat sangat over protective. Kini dari seluruh hidupnya hanya dua kali ia berani meninggalkan ketiga anaknya. Pertama : waktu makan dan kedua : ketika mau puppy. Sisanya yang ia lakukan hanyalah menyusui, tidur, duduk, berjaga dan memeluk ketiga anaknya.

Kelakuan Mpus Pippy *that’s another cat in our home* juga berubah. Yang biasanya bossy kini tidak berani lagi menghadapi mpus Mboy. Jarak terdekat yang pernah ia lakukan hanyalah berdiri melongok dari balik pintu.

Tapi kadang-kadang isengnya kumat juga. Sengaja datang dan duduk di depan kapling mpus mboy dan berdesis desis seperti ular. *yaoloooo… pippy.. kamu itu mpus atau ular ya?* sementara mpus Mboy melolong-lolong *tepatnya sih miau-miau * protes tanda tak setuju.

Pagi tadi ada kucing hitam jantan *yangkebetulandatangmampiriseng-isengnumpanglewatdanliat-liatdirumah* tak pelak lagi langsung diajak duel oleh mpusMboy. Bulu kuduk mereka berdiri. ”Ya Tuhaaaaan!” seru saya pasrah. “Mati nih.. matiiiii!” *sambil memegang sapu. Siapa tahu mpus Mboy butuh bantuan* Tapi sepertinya kucing jantan itu tahu diri. Dia nggak mau melawan. Dan lari terbirit-birit melalui pagar belakang. Padahal kalo dipikir-pikir, perawakan mpus jantan itu dua kali lebih besar dari mpus Mboy. *sigh mode on*

Yang ketiban sial sih Mpus Pippy. Entah pagi ini mungkin adalah hari terburuk bagi mpus Pippy. Dia yang sedang bengong di depan pintu dan menonton adu jotos barusan tak luput juga dari tonjokan mpus Mboy. Duh..kasihan kamu mpuuus!

Moral of the story is : jangan pernah melawan emak-emak. Demi melindungi anak-anaknya dia bisa galak sekali. Menyerangmu tanpa peringatan sebelumnya :)

Serpong 23 feb 08 11.00 pagi lagi nonton oprah winfrey show di metro tv (hari ini ultah mama di cimahi….. nelpon dulu aaah!)

February 21, 2008

pagi ini mpus mboy manja sekali

Saya tahu, ini bukan kali pertama mpus Mboy hamil. Saya hanya menyesal ketika kelahiran anak pertamanya, saya tak hadir menemani. Saya ingat waktu itu, kami *saya dan suami* sedang berada di Cibodas.

Begitu kami pulang. Hanya terdengar miau-miau bayimu dari teritisan atap rumah kami. Ah mpus. Kamu itu kucing atau burung sih? Dan kemudian para tetangga sibuk memberikan selamat. *halah* “Buuuu… kucingnya baru melahirkan ya?” ketika keesokan paginya saya bertemu mereka di depan tukang sayur yang lewat di depan rumah.