Showing posts with label pippy. Show all posts
Showing posts with label pippy. Show all posts

November 25, 2011

preman Pippy

Diantara hiruk-pikuk suami saya yang bangun kesiangan, status kucing-kucing di rumah ini selalu sama. (yaitu) Siap dipanggil untuk makan pagi.

Padahal what to do saya setiap pagi cukup banyak. Seperti :
mencuci piring bekas semalam, membuka semua pintu dan jendela, mematikan lampu teras, membuka kunci pintu pagar, merapikan tempat tidur, menyapu lantai lalu menyiapkan kaos kaki, dompet dan HP untuk suami.


November 18, 2011

kalau si meong pergi arisan

Mereka ikut arisan? Yup!.. betul sekali.

Sepertinya mereka tahu jadwal saya setiap bulannya. Kalau saya sudah berpakaian rapi lalu sibuk mengunci pintu depan. Maka dari segala arah, tahu-tahu mereka sudah nongol dan datang menghampiri saya.

Ada yang baru bangun dan kepalanya muncul dari pintu kucing. Ada yang sedang main di rumah tetangga lalu berlari kencang mendekati saya. Ada yang sedang bengong di depan pohon, lalu menoleh dan menyapa saya. Semua hadir lengkap.

October 31, 2011

saya rasa kucing bertasbih dengan caranya sendiri

Kemarin sore, saya dan suami menemui teman kami yang datang dari jauh. Kebetulan saat itu dia sedang menginap di rumah tantenya di daerah Jatiasih. Ngobrol kesana kemari, akhirnya obrolan kami berujung pada Gege. Gege ini kucing peliharaan si tante sekeluarga. Kucingnya mirip seperti Koko. Cowok juga. Tapi yang ini lebih manis.

October 29, 2011

antara pippy dan termometer

a german animal expert, dr. Hans Precht,
discovered that it is possible to get an
accurate idea of room temperature just by
looking at a way a cat sleeps.
the chart, based on his study of more than
four hundred positions, allows you to use
your pet as a living thermometer. It thus
shows that cats have an extraordinary
sensitivity to tini changes in the surrounding
temperature.



dia bilang, dengan melihat posisi si meong tidur, kita bisa mengetahui berapa besar suhu ruangan.

hmmm...


lalu bagaimana dengan yang ini?

November 14, 2008

si gendut pippy

“si gendut lagi ngapain?” tanya suami saya siang itu. Siang hari memang kebiasaanya untuk telpon ke rumah.

“Tau tuh kemana. Tadi sih lagi jaga pos di jendela depan” jawab saya.

Gendut itu nama kesayangan untuk Pippy. Rasanya dulu tubuhnya tidak segendut ini deh. Mungkin sejak disetril pertengahan juni lalu, nafsu makan (dan tidurnya :p) gila-gilaan apalagi ditambah dengan jarang olahraga. (stop press : jalan kaki keliling taman depan bareng saya dan suami)

Selain tubuhnya yang sekarang gendut, sifatnya yang bossy juga tetap nggak berubah. Ibarat dunia mafia di Italia sana, si Pippy ini boleh dibilang godmothernya rumah ini. Nggak ada yang berani melawan, termasuk suami saya pun ‘segan’ dibuatnya.

July 21, 2008

si Pippy yang lagi sebel setengah mati


Pantes aja Pippy sebel setengah mati kepada Mboy. Bayangin aja. Ketiga anak Mboy –MIMIN KIKI KOKO- yang hari ini genap berumur lima bulan masih aja menyusu kepada Pippy.

May 27, 2008

tidur berjamaah


sering,
karena lelahnya
kami tertidur berjamaah
seperti ini. :D

May 5, 2008

mpus pippy yang sering 'lupa diri'


Pippy itu kucing rumahan. Nggak suka maen ke luar. *kecuali kalo dia mau pup n pis tentunyah* kalo dia bosen, paling banter hanya nongkrong di pintu depan.

April 11, 2008

ketika mpus pippy melahirkan

Tanggal empat kemarin, akhirnya, Pippy melahirkan juga. Padahal sudah sejak akhir bulan lalu saya tunggu-tunggu.

Sejak pukul sebelas malam, urf.. urf-nya Pippy sudah mulai terdengar. Ketubannya pun pecah di dekat saya.

March 1, 2008

Kucing yang bernama Pippy itu

Sebenarnya kucing di rumah ini hanya mpus mboy seorang eh.. seekor ding :) dan bila ada kucing lain yang ingin tinggal disini.
Semua kami –saya dan suami- serahnya kepada mboy untuk mengaudisinya.

Ada beberapa yang lama tinggal disini. Tapi ada juga yang seumur hidupnya nggak akan pernah di terima di rumah ini. Mpus Pak RT contohnya. (keterangan foto : foto ini diambil 15 hari kemudian)

Saya lupa kapan ia nongol di rumah ini. Yang jelas sekitar akhir tahun lalu. Miau-miau di bawah kolong mobil. Mungkin ia lapar. Maka, saya bawakan sisa makanan mpus Mboy dari dapur.

Astaga. Mengerikan!

Luka bakar memanjang dari leher, badan hingga kaki kirinya. Melepuh. Seperti tersiram air atau minyak panas. Jujur. Aku marah sekali. Tega sekali orang yang melakukan ini padanya.

Hari kedua. Rupanya ia merasa nyaman tinggal disini. Kini ia mulai berani masuk ke ruang depan. Memang, jendela kamar depan sengaja kami buka 24 jam untuk lalulintas Mboy di rumah ini. Ia tidur di kasur mpus dan tidur seharian. Si Mboy sepertinya iba melihat Pippy. Ia pun tak berani mengganggu. Dan mulai saat itulah, tanpa kami sadari. Ia menjadi warga rumah ini.

Yang dilakukannya siang dan malam hanyalah tidur. Dengan telaten ia jilati lukanya setiap ada kesempatan. Bulunya rontok. Matanya sayu. Miaunya pun nyaris tak terdengar. Saya ragu. Suami saya ragu.

“Kucing ini bisa mati karena infeksi”

Teman-teman kami yang mampir ke rumah menatapnya dengan sedih.

“Tega betul orang yang melakukan ini”

Dan tahukah kalian apa yang terjadi sebulan kemudian? Luka-lukanya sembuh total. Bulunya mulai tumbuh sedikit demi sedikit. Mulai terlihat tingkah iseng dan konyolnya. Ah.. kami semua jatuh cinta padamu mpus…!

Catatan : waktu itu saya bantu dengan mengoleskan salep untuk luka bakarnya. Tapi rupanya tidak begitu banyak membantu. Menurut saya justru air liurnyalah yang mengobati dan mempercepat proses penyembuhan luka-lukanya.

Serpong 1 maret 08, 17.16 (hari sabtu yg cerah, nunggu suami pulang kantor, mpus pippy lagi keluar maen, mpus mboy lagi ngelonin anak2nya)

ini waktunya makan, Bung!

kucing-kucing yang tinggal di rumah kami, kami biasakan makan tiga kali sehari. Pagi pukul enam, siang jam dua belas dan terakhir pukul enam sore.

Anehnya justru ketika waktu bulan puasa. Rupanya mereka ikutan sahur dan buka bersama. Saya nggak tahu apa sebabnya. Pernah sekali waktu saya beri makan siang di bulan puasa. Mereka nggak doyan tuh!

February 25, 2008

kucing pak RT

Saya nggak akan pernah ngerti, kenapa kucing yang satu ini selalu menjadi public enemy di rumah ini. Padahal tampangnya lucu, berbadan gendut dan selalu cinta damai *bayangin tuh!*

Namanya aslinya sih si Imut. Tapi di rumah ini lebih dikenal dengan nama : mpus pak RT. Kenapa bisa begitu? Nah.. dulu memang saya tidak tahu namanya. Belakangan baru tahu kalau dia adalah kucing peliharaannya pak RT. Yang rumahnya hanya berjarak dua rumah dari tempat kami.