February 25, 2009

mpus cupu

masih inget KOKO kan? Nah, bulan ini kucing jantan yang super manja ini umurnya genap satu tahun lho.

Masih hobi miau-miau sambil menggigit lembut tumit kaki saya jika ada yang ingin ia sampaikan. contoh :

1. saya pengen digendong
2. saya lapar mau makan
3. saya pamit mau maen ke halaman belakang
4. saya mau curhat

November 21, 2008

Koko, hap! lalu ditangkap.

Di tengah kekalutan saya akibat jumlah kucing yang terus bertambah di rumah ini, dulu saya pernah berharap, agar Koko hilang saja.
Mungkin nyasar atau diculik orang. Yang penting, jumlah kucing di rumah ini berkurang satu. Bagi saya, Koko kecil tampangnya jelek sekali. Dibanding saudara kandungnya, si manis Kiki yang manja atau si hitam Mimin yang rajin berkebun.

November 14, 2008

si gendut pippy

“si gendut lagi ngapain?” tanya suami saya siang itu. Siang hari memang kebiasaanya untuk telpon ke rumah.

“Tau tuh kemana. Tadi sih lagi jaga pos di jendela depan” jawab saya.

Gendut itu nama kesayangan untuk Pippy. Rasanya dulu tubuhnya tidak segendut ini deh. Mungkin sejak disetril pertengahan juni lalu, nafsu makan (dan tidurnya :p) gila-gilaan apalagi ditambah dengan jarang olahraga. (stop press : jalan kaki keliling taman depan bareng saya dan suami)

Selain tubuhnya yang sekarang gendut, sifatnya yang bossy juga tetap nggak berubah. Ibarat dunia mafia di Italia sana, si Pippy ini boleh dibilang godmothernya rumah ini. Nggak ada yang berani melawan, termasuk suami saya pun ‘segan’ dibuatnya.

November 4, 2008

jangan ditendang doooong!


Saya maklum, tidak semua orang suka dengan binatang. dan saya juga nggak mungkin berharap bahwa mereka juga harus suka. Tapi bukan berarti boleh di lempar dengan batu, kaaaan?

Nggak tau kenapa, saya kok selalu bertemu dengan tipe orang seperti ini ya ?

Minggu lalu contohnya, ketika saya dan suami jalan-jalan sambil bergandengan tangan dan mengobrol dengan mesra *tersipu-sipu* hingga blok sebelah.

Jangan kaget lho, seperti biasa, kucing-kucing peliharaan kami pasti akan turut serta mengikuti dari belakang. Memang nggak bisa rapi sih barisannya Beberapa nyangkut di pagar rumah tetangga. Sisanya berlari mendahului kami dan bergulingan di aspal jalan. Bukan mau demo tapi mencuri perhatian.

October 16, 2008

pintu joni

Selain untuk keamanan, pintu teralis+kawat kasa yang ada di pintu depan kami buat agar kami dapat ‘meninjau’ ke luar rumah dengan aman, tanpa perlu khawatir nyamuk masuk atau orang yang lewat tak sengaja melirik karena pintu rumah terbuka lebar.

Rupanya ide itu dinilai tidak praktis oleh kucing-kucing yang ada di rumah ini. Memang sih ada jendela depan yang dibuka untuk lalulintas mereka, tapi mereka lebih memilih untuk membuat sebuah lubang kecil di pojok kanan bawah pintu.

October 15, 2008

si kunyit

Sudah dua bulan ini kelakuan Mboy aneh sekali. Ia selalu menjaga jarak dengan kami semua. Mendesis-desis setiap kali Mimin bergelayut ingin dimanja.

Memamerkan taring tajamnya setiap Pippy datang mendekat. Dia nggak pernah mau tidur di rumah lagi.

Hanya datang dari atap belakang ketika waktu makan tiba dan segera pergi begitu makanan dalam mangkuknya habis.

September 11, 2008

mangkuk hijau untuk Joni


Kucing di rumah saya hapal betul kapan mereka harus makan. Seperti :

1. Jam setengah tujuh pagi *setelah suami saya berangkat ke kantor*
2. jam dua belas siang *ini waktu makan siang saya juga* dan
3. jam setengah enam sore *ketika saya mulai masak untuk makan malam*

Sepertinya, saya nggak perlu pasang jam dinding di rumah deh  Cukup mereka aja yang jadi ‘reminder’ di rumah ini. Kadang-kadang kalau saya malas bangun pagi, si Pippy sudah datang membangunkan kami. meloncat ke atas tempat tidur, menginjak perut suami saya dan miau-miau di sekitar kuping saya. Aduuuh.. ringtone-nya kok miau-miau?